hihihihihihi rencana awal mau ngerjain tugas kewirausahaan
: bikin bussiness plan.. uda ada beberapa ide si.. tapi belum yakin aja..
ide pertama si mau usaha biro jodoh islami. terinspirasi dari banyaknya teman yang mengeluh jablai karena jomblo. hahahhahaha, padahal saya sendiri tak kalah jablai, tapi saya adem ayem sadja tuh,,
tapi kemarin abis jalanjalan ke Solo Square, jadi muncul ide yang lain deh.
" DISTRO OUTSIDER "
hmm, saya suka SID. awalnya si cuma ikutikutan dengerin lagunya dari kasetkaset yang kakak saya beli.. tapi lamalama jadi suka dan sekarang sangat tergilgila. apalagi setelah saya hadiri konsernya di klaten dan solo akhir oktober kemarin..
distro ini saya harapkan bisa menjadi tempat para outsider ngumpul dan share all bout SID. hahahhahaha
oops!! ndak jadi garap tugas malah keasyikan searching video2 klip SID.
Baru-baru ini SID mendeklarasikan para “Outsiders” wanita dengan sebutan “Lady Rose”.
Ada alasan khusus?
Jrx: Agar wanita dalam dunia punkrock lebih dihargai dan dilindungi. Tidak dianggap sebagai pelengkap saja karena sejatinya peran mereka juga besar. Selain itu juga untuk mengikis image 'machoisme' yang berlebihan dalam punkrock. Kami sudah muak dengan stigma punkrock itu simbol kekerasan/kejantanan. Itu semua omong kosong manusia2 berpikiran sempit. Punkrock tidak mengenal jenis kelamin, ras dan strata sosial. Punkrock ada untuk semua manusia tanpa terkecuali. Miskin kaya tua muda laki perempuan, semua bebas menikmati punkrock.
here de r dats lyric..
Can you stay a little while, can you drink this cheap bottle of wine…
Got a love song, a broken line, yea….
Put the rose on your hair
Full of grace my queen of mistery
Can’t you see, can’t you believe
And all they say it’s true
Lady rose….
I can sing a thousand song, I can bring your kiss around town
Kiss of angel, as sweet as heaven, yea….
Put the rose on your hair
Full of grace my burnin-latin queen
Can’t you see, can’t you believe
And all they say it’s true
Lady rose….
When you fall to my arms, when you sleep for a thousand year
Never will brings you down, down down down…
You’re the heart of the crown
And the blood of all my lifetime
You are my lady rose…
Let me say this, for one last time
Of all the love and beauty I have seen
You’re the one my only one, forever….
Put the rose on your hair
Full of grace my queen of mistery
Can’t you see, can’t you believe
And all they say it’s true
Lady rose….
dan saya baru tau kalo lagu ini didedikasikan buat sang grand mom yang maninggal pas di hari ulang tahun jerinx sembilan tahun yang lalu..
its very sad moment, huhh??
love ya guys!!

kalian bertato tapi mengajarkan hidup yang bersih, para koruptor itu tidak bertato tapi hidupnya sama sekali jauh dari kebersihan!! GO GO GO OUTSIDER GO!!
hasrat saya pada kalian sangat sedab bergelora, hahhahahaha
Olala!
Kenapa terjadi lagi! Kesialan di waktu dzuhur.
Para sesepuh bilang, jangan bepergian di waktu dzuhur.
hmm. awalnya sih ndak percaya.. mitos banget gitu loch! tapi sudah empat kali aku mengalami yang seperti ini. Tapi syukur yang kelima ini tak separah yang sebelum2nya.
1. Kecelakaan di Gondang, Klaten.
Di waktu shalat jumat. Ada orang ngawur nyebrang jalan. Aku dari arah Jogja dengan kecepatan yang lumayan tinggi, sepertinya cuma 80km/jam dink. Tu orang m0t0ng jalanku. Tak sanggup kukendalikan m0t0rku. Ya mau tak mau kuarahkan kemudiku ke orang itu dan AMBYAAAAR!! Kaki dan tangan lecet, jidat robek, celana jins dan jaket jinsku juga bol0ng. Tapi tak tega kulihat m0torku yang bersimbah debu dan kehilangan beberapa puingnya. sesampainya di kantor polisi, aku tak terbukti bersalah. dan orang yang kutrabrak malah disuruh menanggung semua biaya perbaikan motorku. lumayan siy, 800 ribu cuy!! ;)
2. Dari arah Solo. Setelah bangjo RS Soeradji Tegalyoso Klaten. Sudah masuk waktu dzuhur juga. Di jalan sisi kanan ada m0bil berjalan kencang, tapi tiba2 berhenti mendadak karena m0tor di depannya juga berhenti tiba2.
Pak, aku di belakang m0bilmu tau!! Ya terpaksa kutabrak dari belakang. Kepalaku terbentur m0bil, m0torku hancur. Hahay! Untung nyawaku belum meluncur. lagi, aku tak bersalah, dan kerusakan motorku ditanggung oleh pemilik motor dan mobil yang berhenti mendadak tadi : sekitar 300 ribu pa ya!
3. Masih di Klaten, tepatnya depan Bank Pasar Klaten. sedari kumasuki jalan Solo-jogja, ada sorang pria bermotor Megapro yang mengendarai motornya dengan kencang. iseng2 saya ikuti (kayae si ngganteng,hehe) kejar-kejaran gitu deeehh..
tapi tiba2 saya merasa ada yang aneh, semacam perasaan was2. tapi tak tau kenapa muncul perasaan itu. jadi saya putuskan untuk tidak mengejarnya lagi (tapi masih dengan kecepatan tinggi). seperti sedang bermimpi, saya saksikan motor sang pria menabrak seorang kakek tua dengan sepeda ontanya. pengendara Megapro tadi terkulai dan sang kakek tergeletak di tengah jalan. dan inilah kecelakaan yang paling tragis.. dari belakang saya melaju kencang dan saya mengelindas tubuh renta itu. saya berjalan di udara beserta motor saya dan ajaibnya saya mendarat dengan sempurna. saya menepi dan menyimak kejadian di belakang saya. semesta berhamburan menolong kedua korban, tidak begitu jelas bagaimana keadaan keduanya. tapi saya sehat2 saja dan sangat berdosa. saya kaboooooooor ke jogja. agaknya semua semesta tak memperhatikan keberadaan saya (secara saya ikut memperparah keadaan sang kakek). persetan! saya pacu belalang saya semakin keras sekeras tangisan saya karena ketakutan. sesampainya di jogja saya sampaikan air mata pada seorang kawan dan saya (selalu) berhasil ditenangkan olehnya.
saya periksa motor saya : ada darah di bagian velg rodanya! terdiam memengang roda dan membayangkan bagaimana wujud kakek tua??

4. harusnya saya ada kuliah jam 7 pagi. nakalnya, saya bangun jam 8 pagi. bergegas mandi dan gosok gigi. bersiap tahkukkan jalan solo-jogja. sama sekali tak ada firasat. biasa lah, saya melayang di atas tanah melesat-lesat bagai kilat.

tapi dasar matane cadhok! ono cah sekolah nyabrang yo gage-gage ditabrak! kasusnya sama siy, dia motong jalan dan saya kaget dan saya AMBYAARRR!! koyo watu ngglundhung wes ra ngerti nyowoku nang ngendi. tengkurap dan darah bersimbah di lantai hitam dan terus mengalir dari mulut saya. ah, tidak! pasti hanya mimpi, serupa adegan dalam film laga. ( tapi batin saya teriak WOWW!!).
"isih urip ora"
"lanang po wadon"
"isih urip ora"
"lanang po wadon"
mereka seperti mengunyah, pertanyaan2 konyol yang kudengar di keadaan setengah sadar.
selayak kambing hendak dikorbankan, saya diangkut menuju rumah sakit dengan mobil pick up. tidak bersanding kawan. setiap pemberhentian lampu merah, manusia2 konyol menanyakan pertanyaan2 konyol lagi.
inikah nasib anakmu, Ibu..
Ibu? dimana ibuku?
sedang ibu ada di luar kota, lantas kepada siapa saya hendak bercerita??

gigi seri yang sebelumnya telah hilang satu (karena kecelakaan juga) kini telah hilang keduanya..
kaki, tangan ( berikut jemarinya), dan dagu tak mulus lagi.
tapi beruntung ragaku masih berbentuk??

dan yang nomer 5. hari ini. nekat berangkat ke jogja pas waktu dzuhur.
bleeeessss.. paku berukuran sedang menembus kulit roda saya. berjalan beberapa meter dan saya temukan jasa tambal ban di dekat lokasi kecelakaan saya yang #2.
merasakan angin, menyimak lalu lintas dan memperhatikan seorang tua yang mengerjakan ban saya. teringat seorang kawan yang (dulu) membuka praktik tambal ban di gang sawo glagahsari. kang Brindil!! dimana engkau kini, saya ingin belajar menambal ban sendiri (lagi). hihihihihihi
dari lima pengalaman saya ini ada dua hal yang sama di baliknya: sama2 di waktu dzuhur dan sama2 tanpa pamitan ke Ibu!
Niet sayang Ibu :*
.jpg)
Indeks Prestasi Dian Nita Utami NIM: 06023098 --> 2,91.
Kenapa tragis sekali! =((
Berusaha menyesal di awal. Tapi memang adatnya penyesalan adalah di belakang. Harusnya saya bisa meraih IP di atas IP yang telah saya ramalkan sebelumnya: 3,25.
(mleset-e akeh banget!)
Secara banyak SKS yang harus saya dalami kembali (ngulang,hehe) di semester berikutnya. 2,91 : hanya 20 SKS yang bisa saya ambil. Pas, sesuai jatah SKS yang harus ditempuh di semester 7.
Heh?? Semester 7?? Ketok tuwo, tapi ra mudeng opo-opo.
Hmm. Niat lillahita'ala. Semester 7 harus lebih bergairah belajar! Jangan sampai terulang terjangkit demam facebook dan serupanya. Jika perlu, saya harus mengidap demam skripsi! Biar cepet lulus ndang rabi! Ora mung ngampet birahi? Hihihi
Selamat datang, semester yang kurindui.
Teguhkan hati ini, Ya Rabbi.
Ah, tampaknya saya harus mengubur dalam-dalam tentang impian saya untuk meneliti khasiat temulawak sebagai aprodisiaka alias obat kuat (pria) sebagai bahan skripsi.
“UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb) SEBAGAI APRODISIAKA TERHADAP MENCIT JANTAN DEWASA ( Mus musculus) GALUR DDY”
Berhari-hari
saya susun judul ini agar menjadi judul yang pantas. Agar menjadi judul yang menarik perhatian dosen pembimbing saya. Agar menjadi judul yang informatif bagi semua orang yang melihatnya walau sekilas saja. Agar bisa mewakili apa yang sedang ada di dalam pikiran saya. Tentunya agar bisa menjadi judul skripsi saya.
Berminggu-minggu saya kumpulkan jurnal-jurnal dari penelitian yang terdahulu, yang bisa mendukung kelanjutan judul skripsi saya. Hey, tentu saja saya tak mau jika skripsi saya hanya berisi judul? Sekuat tenaga saya cari data-data empirisnya juga. Malah saya sempat tanyakan kebenaran khasiat temulawak ini pada seorang tua yang saya kenal di jalan (sudah saya potong sendiri syaraf malu yang saya punya).
Inspirasi judul ini saya dapatkan waktu kuliah Skripsi I yang dibawakan oleh Prof. Dr. Hj. Nurfina Aznam Nugroho, S.U, Apt. Beliau menginformasikan bahwa penelitian terbaru di luar negeri menyatakan bahwa temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) memiliki aktivitas aprodisiaka yang hampir setara dengan ginseng korea ( Panax schinseng). Saya ingat betul (tumben waktu itu saya tidak tidur di kelas seperti biasanya), beliau memberi motivasi pada kami agar tidak mau kalah dengan peneliti luar negeri, temulawak adalah komoditi (bahan alam yang berkhasiat obat) terbesar di Indonesia sehingga kita-lah yang wajib mengembangkannya, bukan malah negara lain yang lebih perhatian pada komoditi kita. Saat mendengar itu saya tidak menitikberatkan pada efek aprodisiaknya, tapi saya lebih memikirkan pengembangan penggunaan temulawak yang sudah menjadi ikon temulawak itu. Secara Ibu Nurfina telah membuktikan usahanya memproduksi berbagai macam jamu yang dikemas dengan kemodernan dan berhasil didistribusikan ke seluruh sudut di Indonesia, bahkan ke luar negeri. Produknya antara lain menggunakan Kunyit, Kunyit Putih, Temulawak, Temugiring, Jahe Merah, Daun Kepel, Daun jati Belanda, Kayu Secang, dll. Sungguh saya terbakar oleh ucapan dan pembuktian diri beliau, she’s a great motivator!
Tanpa ragu lantas saya mengusulkan judul skripsi saya dan saya meminta agar Ibu Nurfina yang membimbing saya dalam penelitian ini. Na’as, usulan untuk menggandeng beliau tidak disetujui kaprodi. Mungkin dengan pertimbangan kesibukan Ibu Nurfina sendiri yang tidak diragukan lagi oleh banyak orang. Dan Pak Kintoko(mbuh gelare opo : S1 Farmasi UGM, S2 di Malaysia)-lah yang didaulat untuk membimbing saya. Saya tidak meragukan keunggulan beliau dalam pengetahuan bahan alam, secara beliau jebolan universitas ternama di Malaysia. Tapi saya sedikit kecewa kehilangan kesempatan berkolaborasi dengan my great inspirator, huhuhuhuhh..
Sharing pertama dengan Pak Kintoko, saya utarakan ”gawean” saya, latar belakang dan cara kerja penelitian saya (yang cukup rumit dan mungkin perlu dana yang tak sedikit). Agaknya beliau terkejut mendengar ke”nyleneh”an judul saya. Secara bertahun-tahun beliau mengabdi di UAD belum pernah membimbing mahasiswa yang cukup inovatif (red,) seperti saya.
Hahahahahha,, bukan hanya Pak Kintoko saja yang geleng-geleng kepala. Saya rasa anda juga iya?
Pak Kin hanya memberikan pandangan-pandangannya tentang penelitian saya. Dan menyuruh saya untuk memikirkannya matang-matang baik dari sisi teknis maupun ekonomisnya.
I’m on fire before, but he turn me off suddenly! Damn! (ceritane mutung cenderung bingung). Satu bulan, atau bahkan dua bulan saya menghilang. Tak berselera dengan skripsi saya, otomatis juga tak bergairah bertatap muka dengan Pak Kin. Hari-hari saya isi dengan berjalan mantap di dunia setengah nyata : facebook, YM, mig33, facebook, YM, facebook, facebook dan facebook.
Sadar.
Saya ini manusia nyata sepenuhnya.
Harusnya meniti jalan yang sepenuhnya nyata juga.
Konflik batin yang ganas, antara sepenuhnya nyata dan setengah nyata.
Atas inisiatif sendiri dan didukung oleh beberapa teman, saya tinggalkan kiprah saya di dunia setengah nyata (deactivate facebook, e malah reactivate blog. Podo wae ora si?).
Sampai akhirnya ada teman yang menghubungi saya. Menanyakan tentang ”gawean” saya. Saya jawab seadanya, bahwa saya belum memikirkannya. In the end, dia menanyakan apakah saya butuh partner dalam “gawean” saya ini. Bukan jawaban ya atau tidak yang saya sampaikan. Tapi hanya pertanyaan “sumpeeehh low??”. Loh? Karena saya telah mencium gelagatnya yang ingin menjadi partner saya, makanya saya ingin menegaskan keseriusannya untuk begabung dengan saya. Dia jawab iya. Dan resmilah. Firman to be my partner in crime. Hahahahahah,,
Beranjak merangkak (nek perlu ngesot sisan) menyusun proposal. Karena suntuk di rumah terus, saya putuskan untuk berkunjung ke kampus (untuk sharing dengan Firman). Senangnya, mendapat sambutan hangat dari teman-teman. ”Diyaaaaaann.. miss yu so mach..” hahahahahah, tanpa aba-aba saya balik tebar petaka pada mereka. Salah satu dari mereka, ”Hey si ide briliant! Kemarin kamu dicari Pak Kintoko.” Hwaaaaaaaaaaa.. yang benar saja?? ”Nah emang ngopo je?”, rupanya teman saya itu juga dibimbing oleh pak Kin. ”Pak Kin bilang beliau kehilangan mahasiswanya yang ingin meneliti obat kuat, dan mahasiswa itu juga tampak kuat!”. ”Itu kamu kan, Yan?”, sambungnya. Hadeeww.. jadi pengen maluuu.. ”Kosik ah, durung selo ngadep pak Kin.” jawab saya semena-mena.
Setelah sharing dengan Firman, kami memutuskan untuk sowan pak Kin esok harinya. Jam 1 siang di Lab Fitokimia. Tepat jam 1.10 siang saya tiba di TKP, Firman sudah disana, tanpa Pak Kin. Kami menunggu cukup lama, jam 2 beliau tiba. Yang benar saja, saya berharap kalimat yang keluar dari mulut beliau adalah ”Maaf ya telah menunggu saya lama”, tapi tidak. ” Kamu menghilang kemana saja, Yan?”. Saya diam sejenak memikirkan harus bagaimana saya menjawabnya. ”Hari-hari kemarin saya sedang mengumpulkan keberanian untuk menemui njenengan, Pak.” Entah mengapa dari semua kalimat yang saya pikirkan, kalimat itu yang terucap. Bodohnya saya! Pak Kin hanya tertawa tak berirama.
”Lantas cara kerja yang mana yang jadi kamu pilih?”, kata beliau membuka perbincangan. ”Cara kerja yang parameternya ML ( Mountain Latency) dan MF ( Mountain Frequency, Pak.” jawab saya mantab. Firman hanya diam saja. Kemudian kami menganalisis cara kerjanya. Mencit jantan diberi perlakuan (dipuasakan : tidak berinteraksi dengan mencit betina) selama beberapa hari. Lalu diberikan ekstrak temulawak melalui oral, dibiarkan di kandang selama 1 jam. Kemudian masukkan mencit betina ke dalam kandang. Dilihat reaksi dari mencit jantan terhadap kehadiran mencit betina. Yang diamati adalah ML (jarak waktu dari sejak pemberian ekstrak temulawak hingga timbul perubahan perilaku :mencit jantan menaiki tubuh mencit betina) dan MF (banyaknya percobaan yang dilakukan mencit jantan menaiki tubuh mencit betina). Dicatat hasilnya dan dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif (yaitu kelompok yang tidak diberi ekstrak temulawak) dan kelompok kontrol positif (yaitu kelompok yang diberi obat yang sudah terbukti khasiatnya sebagai aprodisiak). Sepertinya percobaan yang mudah dan ”menantang” kan? Hahahahahah..
Kami hubungkan dengan merunut jurnal:
1. Mencit jantan yang dibutuhkan adalah sebanyak 48 ekor. Ini belum terhitung mencit betina yang harus disuguhkan kepada mencit jantan. Lagi, satu pasangan membutuhkan satu kandang. Berapa duit yang harus kami rogoh dari kantong orang tua kami? Kami menganggapnya tidak ekonomis.
2. Mencit juga memiliki rasa malu, pun terhadap manusia. Dia tidak mau adegan terpanasnya diketahui manusia. Oleh karena itu, kita harus menggunakan Handycam untuk melihat adegan-adegan tersebut. Saya pikir lagi, berapa kaset yang harus disiapkan untuk melihat 48 pasangan mencit jika tiap pasangan diberikan durasi 30 menit untuk menunjukkan khasiat dari temulawak ini?
3. Manjanya. Layaknya manusia, mencit juga menginginkan suasana yang super romantis untuk mendapatkan keintiman hubungannya dengan kekasihnya. Mencit perlu tempat yang remang-remang atau gelap untuk melancarkan aksinya. Di jurnal disebutkan sebaiknya penelitian di mulai pada jam 6.30 sore. Hahh? Lantas apakah tiap malam saya dan Firman harus menginap di laboratorium? Bisa-bisa terjadi hal-hal yang diinginkan, secara saya adalah betina dan Firman adalah jantan, berada di remang malam. Hahahhahaha.. ngelonjor mode: ON.
Dari pertimbangan-pertimbangan inilah akhirnya saya memupuskan harapan saya. Dan pak Kin mengusulkan judul yang bertolak belakang dengan judul saya sebelumnya meskipun masih sama-sama berbau sex (agaknya Pak Kin bisa membaca gairah saya? Hahahahah). Pengembangan tanaman obat untuk infertilitas pejantan. Beliau menerangkan bahwa sekarang ini pertumbuhan penduduk indonesia sangat tak terkendali. KB yang digunakan oleh kaum betina dinilai belum efektif. Kebanyakan kaum betina mengeluhkan kegemukan jika dia ber-KB, sehingga ada rasa enggan tapi terpaksa dia laksanakan. Beda halnya jika yang dihambat adalah kesuburan dari pejantan? Ah, ini hanya hipotesis saja. Perlu penelitian lebih lanjut untuk menemukan tanaman obat yang bisa menghambat kesuburan (tentunya yang bersifat reversible) pada pejantan. Pak Kin melihat prospek penelitian ini cukup bagus. Saya dan Firman mengiyakan.
Saya mulai mencerna doktrin yang diberikan Pak Kin. Berunding sebentar dengan Firman. Dan akhirnya pikiran dan hati kami saling berjabat. Kami terima tantangan yang diberikan oleh Pak Kintoko.
Ya! Kita bisa! Meskipun belum tahu cara kerjanya. Inilah PR kami.
Dan segera saya laporkan perkembangan ”gawean” saya kepada anda.
See ya! ;)

