Tampilkan postingan dengan label sukromania. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sukromania. Tampilkan semua postingan

OUTSIDER TERPATRI

hihihihihihi rencana awal mau ngerjain tugas kewirausahaan
: bikin bussiness plan.. uda ada beberapa ide si.. tapi belum yakin aja..
ide pertama si mau usaha biro jodoh islami. terinspirasi dari banyaknya teman yang mengeluh jablai karena jomblo. hahahhahaha, padahal saya sendiri tak kalah jablai, tapi saya adem ayem sadja tuh,,

tapi kemarin abis jalanjalan ke Solo Square, jadi muncul ide yang lain deh.
" DISTRO OUTSIDER "
hmm, saya suka SID. awalnya si cuma ikutikutan dengerin lagunya dari kasetkaset yang kakak saya beli.. tapi lamalama jadi suka dan sekarang sangat tergilgila. apalagi setelah saya hadiri konsernya di klaten dan solo akhir oktober kemarin..
distro ini saya harapkan bisa menjadi tempat para outsider ngumpul dan share all bout SID. hahahhahaha

oops!! ndak jadi garap tugas malah keasyikan searching video2 klip SID.



Baru-baru ini SID mendeklarasikan para “Outsiders” wanita dengan sebutan “Lady Rose”.
Ada alasan khusus?

Jrx: Agar wanita dalam dunia punkrock lebih dihargai dan dilindungi. Tidak dianggap sebagai pelengkap saja karena sejatinya peran mereka juga besar. Selain itu juga untuk mengikis image 'machoisme' yang berlebihan dalam punkrock. Kami sudah muak dengan stigma punkrock itu simbol kekerasan/kejantanan. Itu semua omong kosong manusia2 berpikiran sempit. Punkrock tidak mengenal jenis kelamin, ras dan strata sosial. Punkrock ada untuk semua manusia tanpa terkecuali. Miskin kaya tua muda laki perempuan, semua bebas menikmati punkrock.

here de r dats lyric..

Can you stay a little while, can you drink this cheap bottle of wine…
Got a love song, a broken line, yea….
Put the rose on your hair
Full of grace my queen of mistery
Can’t you see, can’t you believe
And all they say it’s true
Lady rose….

I can sing a thousand song, I can bring your kiss around town
Kiss of angel, as sweet as heaven, yea….
Put the rose on your hair
Full of grace my burnin-latin queen
Can’t you see, can’t you believe
And all they say it’s true
Lady rose….

When you fall to my arms, when you sleep for a thousand year
Never will brings you down, down down down…
You’re the heart of the crown
And the blood of all my lifetime
You are my lady rose…

Let me say this, for one last time
Of all the love and beauty I have seen
You’re the one my only one, forever….
Put the rose on your hair
Full of grace my queen of mistery
Can’t you see, can’t you believe
And all they say it’s true
Lady rose….

dan saya baru tau kalo lagu ini didedikasikan buat sang grand mom yang maninggal pas di hari ulang tahun jerinx sembilan tahun yang lalu..
its very sad moment, huhh??
love ya guys!!



kalian bertato tapi mengajarkan hidup yang bersih, para koruptor itu tidak bertato tapi hidupnya sama sekali jauh dari kebersihan!! GO GO GO OUTSIDER GO!!
hasrat saya pada kalian sangat sedab bergelora, hahhahahaha

MANJING DZUHUR

Olala!
Kenapa terjadi lagi! Kesialan di waktu dzuhur.
Para sesepuh bilang, jangan bepergian di waktu dzuhur.

hmm. awalnya sih ndak percaya.. mitos banget gitu loch! tapi sudah empat kali aku mengalami yang seperti ini. Tapi syukur yang kelima ini tak separah yang sebelum2nya.


1. Kecelakaan di Gondang, Klaten.
Di waktu shalat jumat. Ada orang ngawur nyebrang jalan. Aku dari arah Jogja dengan kecepatan yang lumayan tinggi, sepertinya cuma 80km/jam dink. Tu orang m0t0ng jalanku. Tak sanggup kukendalikan m0t0rku. Ya mau tak mau kuarahkan kemudiku ke orang itu dan AMBYAAAAR!! Kaki dan tangan lecet, jidat robek, celana jins dan jaket jinsku juga bol0ng. Tapi tak tega kulihat m0torku yang bersimbah debu dan kehilangan beberapa puingnya. sesampainya di kantor polisi, aku tak terbukti bersalah. dan orang yang kutrabrak malah disuruh menanggung semua biaya perbaikan motorku. lumayan siy, 800 ribu cuy!! ;)

2. Dari arah Solo. Setelah bangjo RS Soeradji Tegalyoso Klaten. Sudah masuk waktu dzuhur juga. Di jalan sisi kanan ada m0bil berjalan kencang, tapi tiba2 berhenti mendadak karena m0tor di depannya juga berhenti tiba2.
Pak, aku di belakang m0bilmu tau!! Ya terpaksa kutabrak dari belakang. Kepalaku terbentur m0bil, m0torku hancur. Hahay! Untung nyawaku belum meluncur. lagi, aku tak bersalah, dan kerusakan motorku ditanggung oleh pemilik motor dan mobil yang berhenti mendadak tadi : sekitar 300 ribu pa ya!

3. Masih di Klaten, tepatnya depan Bank Pasar Klaten. sedari kumasuki jalan Solo-jogja, ada sorang pria bermotor Megapro yang mengendarai motornya dengan kencang. iseng2 saya ikuti (kayae si ngganteng,hehe) kejar-kejaran gitu deeehh..
tapi tiba2 saya merasa ada yang aneh, semacam perasaan was2. tapi tak tau kenapa muncul perasaan itu. jadi saya putuskan untuk tidak mengejarnya lagi (tapi masih dengan kecepatan tinggi). seperti sedang bermimpi, saya saksikan motor sang pria menabrak seorang kakek tua dengan sepeda ontanya. pengendara Megapro tadi terkulai dan sang kakek tergeletak di tengah jalan. dan inilah kecelakaan yang paling tragis.. dari belakang saya melaju kencang dan saya mengelindas tubuh renta itu. saya berjalan di udara beserta motor saya dan ajaibnya saya mendarat dengan sempurna. saya menepi dan menyimak kejadian di belakang saya. semesta berhamburan menolong kedua korban, tidak begitu jelas bagaimana keadaan keduanya. tapi saya sehat2 saja dan sangat berdosa. saya kaboooooooor ke jogja. agaknya semua semesta tak memperhatikan keberadaan saya (secara saya ikut memperparah keadaan sang kakek). persetan! saya pacu belalang saya semakin keras sekeras tangisan saya karena ketakutan. sesampainya di jogja saya sampaikan air mata pada seorang kawan dan saya (selalu) berhasil ditenangkan olehnya.
saya periksa motor saya : ada darah di bagian velg rodanya! terdiam memengang roda dan membayangkan bagaimana wujud kakek tua??



4. harusnya saya ada kuliah jam 7 pagi. nakalnya, saya bangun jam 8 pagi. bergegas mandi dan gosok gigi. bersiap tahkukkan jalan solo-jogja. sama sekali tak ada firasat. biasa lah, saya melayang di atas tanah melesat-lesat bagai kilat.



tapi dasar matane cadhok! ono cah sekolah nyabrang yo gage-gage ditabrak! kasusnya sama siy, dia motong jalan dan saya kaget dan saya AMBYAARRR!! koyo watu ngglundhung wes ra ngerti nyowoku nang ngendi. tengkurap dan darah bersimbah di lantai hitam dan terus mengalir dari mulut saya. ah, tidak! pasti hanya mimpi, serupa adegan dalam film laga. ( tapi batin saya teriak WOWW!!).
"isih urip ora"
"lanang po wadon"
"isih urip ora"
"lanang po wadon"
mereka seperti mengunyah, pertanyaan2 konyol yang kudengar di keadaan setengah sadar.
selayak kambing hendak dikorbankan, saya diangkut menuju rumah sakit dengan mobil pick up. tidak bersanding kawan. setiap pemberhentian lampu merah, manusia2 konyol menanyakan pertanyaan2 konyol lagi.

inikah nasib anakmu, Ibu..

Ibu? dimana ibuku?
sedang ibu ada di luar kota, lantas kepada siapa saya hendak bercerita??



gigi seri yang sebelumnya telah hilang satu (karena kecelakaan juga) kini telah hilang keduanya..
kaki, tangan ( berikut jemarinya), dan dagu tak mulus lagi.
tapi beruntung ragaku masih berbentuk??



dan yang nomer 5. hari ini. nekat berangkat ke jogja pas waktu dzuhur.
bleeeessss.. paku berukuran sedang menembus kulit roda saya. berjalan beberapa meter dan saya temukan jasa tambal ban di dekat lokasi kecelakaan saya yang #2.
merasakan angin, menyimak lalu lintas dan memperhatikan seorang tua yang mengerjakan ban saya. teringat seorang kawan yang (dulu) membuka praktik tambal ban di gang sawo glagahsari. kang Brindil!! dimana engkau kini, saya ingin belajar menambal ban sendiri (lagi). hihihihihihi

dari lima pengalaman saya ini ada dua hal yang sama di baliknya: sama2 di waktu dzuhur dan sama2 tanpa pamitan ke Ibu!
Niet sayang Ibu :*



AYAHKU SAYANG, ANAKMU MALANG

Bunda,
ayah hilang
tapi agaknya dia kondang
dimana-mana namanya berkumandang
tak terkecuali di kaca yang bidang

Bunda,

jiwaku bimbang
nyaliku terangsang
teman-temanku tuding ayah pecundang
hanya kuterima dengan lapang

Bunda,
dimana ayahku tersayang
tak pedulikah dia otakku semakin gersang
memahami jalannya serupa jalang

Bunda,
apa kabar ayahku sekarang
aku tak setegar karang
kembalikan dia pulang
'kan kusambut dia dengan pelukan mengembang

Bunda,
tariklah dia dari jalan remang
kembali ke ruang terang
ruang wangi penuh kembang

Bunda,
anakmu ini itik malang
tak tau tempat berpegang

Bunda,
ayahmu itu teroris, mereka bilang
batinku teriak lantang
ayahku seorang pejuang!
tapi lidah seperti terikat tambang
hanya tangan kukepal di balik pinggang

Bunda,
kenapa mata basahmu hanya memandang
tak kau dengarkah anakmu berdendang?

ROCK TOUR DE KAYANGAN

Biasanya saya hanya menyebut acara jalan-jalan kami dengan “tour de (tempat yang kami kunjungi). Contohnya saat kami jalan-jalan ke Tegal, maka acara mblayang tersebut kami juluki “tour de Tegal”. Tapi yang ini beda. Entah apa yang membuat beda, mungkin proses menuju kesana. Perlu perjuangan yang tidak sedikit untuk menuju tempat yang ter-apapun (yang baik) yang pernah saya lihat. Dinamakan Timang. Pantai yang berada di kawasan
Wonosari, Gunung Kidul (baca: kayangan). Hmm, jalannya belum beraspal, masih tanah bercampur daun serta susunan batu. Kanan kiri jalan hanya ada tebing dan jurang. Sejauh mata berpesta, hanya ada bebatuan yang kadang ada juga tanaman dan pohon yang tumbuh di atasnya. Perlu kendaraan dan tekad serta fisik yang kuat untuk menempuh jalannya. Perlu insting yang tajam untuk (tidak sekedar) menyadari siapakah pencipta semua ketakjuban ini. Dan perlu benturan yang sangat keras hingga mampu membuat kami kehilangan ingatan tentang perjalanan kali ini. Aduhai.. Apakah saya berlebihan jika menyebut perjalanan ini, ”ROCK tour de Kayangan”?

Teman..
Ribuan GigaByte memori kamera digital atau handycam-mu tak 'kan sanggup merekam hangatnya tiap episod kebersamaan kita. Jika kalian berkenan, sisakan sedikit ruang di otak dan kalbumu, untuk mengikat erat episod-episod itu. Dan jangan sampai tercecer walau satu.





adalah kami dari kiri : Rizal Fauzi (rijal); Mbak Ida, S.Far, Apt. ; Ahmad Zakki (gembul: sopir dalam mobil); saya sendiri (sukro); Ari Susiana W.(aik); Isti Anah(isti); Maulina Dwi Susanti(santi) dan


Heri Wibowo(tumen)

Delapan jiwa yang rindu belaian angin liar, rindu hijaunya lautan, rindu tegarnya karang.

Sebtu, 08 Agustus 2009 pukul 13.00 Waktu Indonesia bagian Pandean, Glagahsari (kos Santi). Kami bertujuh mengawali perjalanan dengan doa. Glagahsari-Veteran-jl.Wonosari-Pathuk-kota Wonosari dan.. depot tiwul Yu Tum!! Nyam Nyam Nyam.. dua kesempatan sebelumnya kesini selalu tidak beruntung. Alhamdulillah saya dapatkan dua besek tiwul campur gathot. Ada walang bacem juga, tapi waktu saya lirik uang dalam dompet saya, lantas saya ucapkan sampai jumpa pada puluhan walang yang ada dalam toples yang sedari tadi memanggil nama saya. Lanjoooot.. puskesmas Karangrejek (disanalah kami berhenti sejenak, menjemput Aik yang sedang dalam tugas skripsi di Wonosari). Selanjutnya kami teruskan mengikuti jalan beraspal. Hanya ada tawa di dalam Avanza hitam yang ternyata gundul ban-nya, juga aus kampasnya. Terpaksa kami ambil mobil ini dari rental karena hanya inilah yang tersisa. Seluruhnya disewa para wartawan yang meliput detik-detik penangkapan gembong teroris yang katanya bernama Noordin M. Top di Temanggung. Ya, kami terima saja. Tapi kewaspadaan kami tingkatkan mengingat kondisi mobil tidak sehat. Tapi tetap tak mengurangi hahaha hihihi kami. Satu melempar canda dan lainnya menanggapinya masih dengan canda hingga otot perut serasa kram dibuatnya.

Tujuan utamanya adalah Pantai Siung yang dulu pernah kami singgahi. Tapi sang kapten : gembul, punya alternatif (gila) lainnya. Pantai Timang (yang dia juga belum tau jalannya). Berhenti di persimpangan antara Siung ataukah Timang. Sang navigator (saya, hehe) menimbang-nimbang. Akhirnya para awak menunjuk Timang yang menjadi korban dari kebusukan gelora petualang kami.

Bertanya arah kepada orang yang kami temui di jalan (ceritanya, navigator sedang kehilangan GPS-nya). Dan kami telusuri petunjuk yang tadi didapat hingga jerit histeris berkumandang, melihat jalanan bebatuan. Sempat ada keraguan, apakah alur ini bisa kami takhlukkan. Bismillah.. Tawa yang tadi menggema, sekejap ditelan jerit kecemasan. Kecemasan akan keutuhan nyawa dalam raga. Secara jam terbang sang kapten masih di bawah standard internasional. Tapi kami coba hadirkan tawa, meskipun tak selega sebelumnya. Dalam hati saya :

Pengemudi harus percaya pada apa yang dikemudikannya. Dan penumpang harus percaya pada pengemudi yang mengemudikan apa yang sedang ditumpanginya. Insyaallah everything’s under control ;)

Setengah jam, kami sudah bisa merasakan angin yang agaknya berasal dari lautan. Sangat khas sembribitnya. Seisi Avanza tak sanggup menahan gembira, semua bersorak sorai menyambut uap air dari ganasnya ombak! Sesaat, sesaat, sesaat,, separo jam belum kelihatan jua garis pantainya. Hampir putus asa. Dan WOWW!!



Ajaib! Seperti laut di atas bukit!! Saya merinding melihatnya. Kalimat-kalimat pujian tak bisa terucap. Membeku di lidah yang kelu. Hanya rasa syukur, bisa menikmati kebesaran-Nya di waktu yang berbeda, tempat yang berbeda, perasaan yang berbeda dan dengan orang-orang yang berbeda pula.

Ayo dilanjooooot gan...
Semakin dekat.



hahahahahahha..
Alhamdulillah akhirnya sampai juga!



hihihihihihi..
Ayo tebar petaka disit,,









siapa yang punyai semesta
siapa yang punyai jiwa di dalamnya

cemburu pada samudera yang menampung segala
cemburu pada ombak yang selalu bergerak



bisakah kalian merasakan anginnya
bisakah kalian meraba uap air yang tercipta oleh ombaknya
bisakah kalian merasakan pijakanmu tak setegar karangnya
bisakah..









sejauh mata memandang hanya biru
sejauh mata memandang hanya lugu
tak ada ragu
hanya haru
ya, ini kuasa-Mu



seperti pantai tak berpenghuni
seperti kamilah yang memiliki
tidak, ada yang sedang menggali rejeki
dua tebing diapit mati dengan seutas tali



menghubungkan dua karang dengan tali sistem katrol
lihat!
Di tebing sebrang, bagian bawah, ada setitik warna hijau biru di antara cokelat karang
Dialah pengais rejeki samudera
Entah : udang, ikan, belut, ataukah kepiting yang dicarinya.





serasa ingin menginap disini
memeluk karang tak mau kembali
bernyanyi melagukan riangnya hati
sampai tiba mati



Timang, saya pasti kembali
Tak mengerti
Entah di kesempatan yang mana lagi



Bergegas menuju pantai Siung..



Tapi sampai kami temui tanjakan tinggi menggoda nyali. Mobil tidak kuat mengangkut tubuh kami berdelapan. Akhirnya kami putuskan untuk turun. Tapi tetap saja Avanza tidak bisa mengangkat tubuhnya sendiri meski hanya ada sang kapten di dalamnya. Malah keluar asap dari kaki-kakinya. Saking kuatnya gesekannya dengan kampasnya. Asap tak sedap, karet terbakar. Mulai menyulut kecemasan kami.



Ternyata karena susunan batu yang tak rapi menghambat jalannya roda mobil. Sang kapten turun dan menginstruksikan pada awaknya untuk memindah-mindahkan letak batu agar sedikit rapi dan bisa dilewati.

SIYAAAAAAP!!



mencoba lagi dan.. kami ber-hip-hip-hore!!
Tapi ya.. ada konsekuensinya..



akibat bensin campur
campur ndorong
campur mlaku
maaaaaakk.. wegah aku..

lanjutken tapaking laku..
mampir di mushola untuk shalat asar, jam 16.33.
lanjut lagi ke Siung!!

Sama saja. Hanya tebing-tebing yang menjadi dindingnya.
Berkhayal tebing-tebing itu adalah Green Canon yang ada di luar negeri.
Tapi ternyata hanyalah Green Kranon (sebuah desa di Wonosari)
Hihihihiih













magrib tiba,,

bergegas pulang..
bubey Siung..

mampir musola..

makan lele bakar di tengah kota Wonosari (rekomendasi gembul : sing mbaurekso Wonosari). Nyam Nyam Nyam, gag kalah maknyus dengan tiwul Yu Tum tadi.

pas makan, ada berita acara (SMS dari temen Gembul) ; fashion show di kraton.

lanjoooooottt gaaan!!



yang benar saja, jam 9 malam tepat sampai keraton ngayogjokarto.

na'as lagi, acarane wes bubar lek!

ya balik maning maring kose dewek-dewek laahh..

lega

senang

dan bahagia

jalan-jalan yang menyenangkan


"SABTU, 8 AGUSTUS.. BERMINAT KE PANTAI SIUNG? KETIK 'REG (WAKTU KEBERANGKATAN YANG DIINGINKAN)' KIRIM KE GEMBUL. TAK BERMINAT? KETIK NONREG"

SMS paling oye! akhirnya terlaksana rencana yang tertunda;)

thank's Gembul :
4 my all happiness @ dat day ;)
u r a gr8 event organizer!!

AYO TAK GEMBOL, MBAH!

Sembari menunggu kedatangan dosen pembimbing saya di laboratorium fitokimia UAD kampus 3, saya jalan-jalan di Okezone.com. Tertulis "Berita Hangat: Mbah Surip Meninggal."
Innalillah..
Awalnya shock setengah tak percaya. Dan Allah menunjukkan kuasanya. Mudah saja Allah menjatuhkan hamba-Nya meski dia berada di puncak tertinggi sekalipun. Mudah saja Allah memisahkan nyawa yang telah bersenyawa erat dengan raga. Memanglah Dia Raja Semesta. Tanpa ada tawar menawar dengan makhluk-Nya. Kun fayakun!

Lalu bisa apakah kita? Hanya mengejar dan membanggakan kesempurnaan? Hanya bisa mengangkat dagu dan memalingkan muka dari Pencipta raga? Hanya mengaku taat tapi selalu bersahabat dengan maksiat?
Oh, Dunia..

Saya lanjutkan jalan-jalan saya. Saya telusuri berita-berita terkait : sang anak ingin menikah di hadapan jenazah Mbah Surip, Mbah Surip raup Rp.4,5 M dari RBT, Tetangga histeris mengetahui kematian Mbah Surip, dan masih banyak berita tentang beliau. Yang paling menarik adalah : Mbah Surip pernah mati suri.

Wew.. Amazing life, huh?
Bagaimana tidak, Mbah Surip pernah mati. Saat masih berada di Mojokerto dan sempat dikuburkan. Tidak dijelaskan secara detail perihal bangkitnya Mbah Surip dari kubur. Tapi pascamati suri, kelakuan Mbah Surip menjadi aneh dan kehilangan sebagian ingatannya. (yo dadi koyo ngono kae wujude..?)

Ketika ditanya mass media akan diapakan duit milyaran yang beliau dapat dari royalti nada sambung lagu Tak Gendong, Mbah Surip menjawab (masih dengan tawa khas-nya) : "Akan saya belikan kopi senilai Rp. 1 M dan gula senilai Rp. 1 M. Karena dengan kopi saya menjadi sehat dan awet muda. Kalau minum kopi saya sudah aman."

Ah, nyatanya mati tak berdaya?

Kreativitas hingga akhir hayat.
Akhirnya Mbah Surip kecapekan menggendong popularitasnya di dunia dan giliran Mbah Surip yang digendong oleh amalnya menuju baka.

Enak tow!
Manteb tow!

Sungguh semua adalah milik-Nya dan sungguh hanya pada Dia segalanya akan kembali.

I LOPH U FULL N I LOPH U ALWAYS, DUDE!!
HAAA..HAAA..HAA..

* tak 'kan ada yang bisa menyamai kelakarnya?

SUKRO MINGGAT

Selepas pengunduran diri saya dari facebook, banyak teman yang menanyakan keberadaan saya dan alasan mengapa saya hengkang dari komunitas yang katanya paling ajib seantero jagad itu.
Then i said, aku iki arep garap proposal skripsiku sikek, entenono aku nang kono mbuh kapan aku arep balek.

Reaksi mereka beragam : ada yang salut, ada yang terharu (over acting gag si?), ada juga yang tertawa tiada hentinya dan tidak percaya dengan keputusan saya (secara saya dijuluki oleh teman-teman saya : sang ratu feisbuk).

Saya jadi berpikir kembali. Sebenarnya kenapa saya nekat menunda kiprah saya di facebook. Ternyata proposal skripsi bukanlah alasan utamanya. Nyatanya, tiga hari tanpa facebook tapi tetap saja proposal tak terjamah oleh ilmu saya. Untuk sekedar menemui dosen pembimbing pun enggan. Lantas apa?

Rasa bosan? Mungkin. Bagaimana tidak bosan, setiap hari hanya membaca update status banyak teman yang mayoritas berisi keluhan-keluhan yang bernilai nihil. Contoh: "duuh, hari ini panas banget..", "lapaaaaaar", "senengnya abis ketemu doi..", dan yang paling bikin saya geli, seorang teman (perempuan) menulis "aku butuh kehangatan..", kalau anda adalah saya, bagaimana anda menanggapinya? Ingin rasanya saya balas "ngemut mowo kono!!" Tapi pada akhirnya saya urungkan untuk menjaga perasaannya, secara dia bukan penganut paham nDableg-isme.
Bosan menampung keluhan-keluhan : bisa jadi. Jika anda pernah mendapati keluhan saya selama di facebook, ya maap.. Hehe.

Berikutnya, saya rasa candaan saya di facebook sudah keterlaluan, malah cenderung maksiat. Tidak memperhatikan dengan siapa saya bercanda. Jika selama ini saya memegang pedoman "nek nesu, mulih kono!", sekarang baru paham : setiap orang memiliki selera humor yang berbeda. Tidak semua orang bisa menerima candaan (kemaksiatan) saya. Jadi apakah langkah saya non-aktifkan akun di facebook adalah cara yang tepat untuk mengurangi kemaksiatan saya?

Lagi, selama perjalanan karir saya di facebook, sudah ada dua "babon" yang protes perihal "jago"-nya yang kerasan ngandang di wall saya. Saya tidak meminta sang jago untuk datang ke wall saya, apalagi meminta untuk menuliskan kata-kata yang mengundang amarah sang babon. Begitu besarnyakah pesona seorang saya, hingga membuat babon-babon memberikan ultimatumnya agar saya menjauhi jagonya?
Hkakakakakk, rupanya saya beda, muda, dan berbahaya?? =))

Dan dengan pengunduran diri saya akan lebih baik bagi kesehatan rumah tangga mereka ;)

Alasan yang paling lurus : facebook telah banyak mengurangi intensitas ibadah saya. Jika biasanya ba'da magrib baca quran, perlahan saya tinggalkan. Shalat juga sering saya tunda-tunda. Shalat isya di jam 01.30 dini hari. Shalat subuh jam 06.30 pagi. What the hell!!
Hmm. Alhamdulillah tadi pagi bisa shalat subuh jam 04.30 dan saya (sangat) bangga dengan saya ;)
Hahahahaha, dan saya tidak malu lagi pada Tuhan! Semoga bisa meningkatkan ibadah menjelang, selama dan selepas bulan puasa ini. Amin.

Hangatnya ramadhan sudah terasa. Saya sambut dengan hangat pula, hey engkau Ramadhan! :D

Ah, mengapa semakin mantap untuk meninggalkan facebook. Tapi E.N.T.A.H?

(setengah) HARI PENUH TAKJUB

Hahahahaha

(lagi-lagi dibuka dengan tawa?)

Senang saja. Beberapa hari sebelum tulisan ini diterbitkan, banyak hal yang membuat saya takjub, yaitu peristiwa-peristiwa kecil yang menyusun hari pernikahan kakak saya.

Kakak saya (Budi, 23 tahun) menikah pada tanggal 19 juli 2009. Betinanya (Susy, juga 23 tahun). Mereka berdua dulunya berasal dari satu sekolah menengah yang sama. Setelah bertahun-tahun ta'aruf alias pacaran, akhirnya mereka kawin juga.

Saya kira hajatan tersebut akan berlangsung biasa saja tak ada yang istimewa : teko, lungguh, ngombe, madang, foto-foto, BUBARRR!!
Ternyata tidak, saya dihadiahi beberapa ketakjuban dalam sehari saja. Tapi entah apa ini yang disebut menakjubkan ataukah hanya saya yang terlalu mendramatisir? Gyahahahahaha

Lalu kemudian daripada semua apa yang saya lalui, sebagaimana sedemikian rupa sehingga izinkanlah saya membagi sekelumit peristiwa yang (masih segar) terekam dalam otak saya.


Duduk sini, Nak. Dekat pada saya dan biarkan matamu berpesta menikmati adonan huruf yang saya ramu seadanya.

Takjub yang pertama :
Hmm, kemarin ijab qabul dijadwalkan pada jam 08.00. Saya yang biasanya bangun jam 06.00 (mesti do mbatin : shalate subuh dijamak dhuha! T.T), kali ini saya bangun jam 05.00. Gile aje tangi jam semono, mripate cuadhok lek! Tapi demi kangmas, yo direwangi adus mruput.

"Niiit, masmu kui gugahen!! Arep tangi jam piro, sido ijab ra kui!" teriak Ibu dari lantai bawah.

Weleh..
Saya kira doi udah standby. Ternyata iseh kemul sarung mlungker koyo luwing kesenggol.

"Mas koe arep tangi jam piro", sambil mengguncang badan kakak saya yang gedenya menyerupai badak.

Budi hanya bergumam (tapi menurut saya itu mendesah, entah sedang mimpi apa doi), "mmmmh.."

"MAS KOE KI SIDO IJAB ORA JE!!", dengan nada yang saya tinggikan.

Lagi-lagi dijawab dengan desahan (yang semakin panjang).

Putus asa.

Saya tinggalkan doi.

Mandi (lagi pisan iki adus isuk-isuk)

Setelah mandi, kembali ke kamar doi. Alamaaaaak..calon mantene niat ijab ora iki! Uwis jam 06.15 : durung salat, durung adus, durung dandan, perjalanan menuju TKP lebih dari separo jam. Nek ra sido diijabke yo mesti nanges gulung-gulung.

Inilah takjub saya, takjub dengan pembawaan santai kakak saya.

Takjub kedua :
jam 06.20, saya dirias. Jari-jari perias berkeliaran menutup satu persatu cacat wajah saya (ritual yang paling menggelikan, MAKE UP!!).

Selesai dirias.

Seluruh penghuni rumah takjub melihat saya. "Nah gene kui koyo wong wadon, nek didempul!!"

Takjub saya adalah karena melihat ketakjuban mereka "koyo wong wadon"? Jadi selama ini saya seperti apa?

Takjub ketiga : jam 07.30 akhirnya siap semua, termasuk kakak saya (mbuh kui mau adus po ra). Saya ikut rombongan pertama, bersama adik saya (Hana, 17 tahun). Bapak ibu menyusul dengan kerabat yang lain.
Sepanjang perjalanan saya simak Budi : kepanikan yang amat sangat. Hagagagagag, bahkan doi tidak menanggapi guyonan yang kami lemparkan. Sampai-sampai sopir mobil kami bilang, "Santai, Genk! Iki ora arep ijab, iki mung arep piknik : teko, lungguh, ngombe, madang, BUBAR!!"

Lagi, Budi hanya diam.

Membaca mimik Budi, sang sopir menginjak tuas gas lebih dalam.

08.05, sampai di TKP. Ternyata penghulu belum datang. Kami menunggu cukup lama, sampai 60 menit. Dan saya saksikan kepanikan Budi yang semakin memuncak di tiap menitnya. Takjub : belum pernah saya lihat saudara lelaki saya sepanik itu (secara doi lebih slebor dari saya).
Belum selesai takjub saya. Setelah prosesi ijab qabul selesai dan apapun telah menjadi halal, Budi langsung prengas-prenges wae. Kepanikan yang tadi menggunung, ambyar sudah. Malah berkali-kali melempar senyum genit kepada Susy. Takjub lagi : ORA SEMBODO DI..DI..

Lanjoooot, takjub berikutnya (entah yang ke berapa) :
tiga takjub sekaligus.
Setelah kedua mempelai disandingkan pada singgasana dan kedua pasang orang tua mengapitnya. Ritual resepsi dilangsungkan.
1. Sang pangeran (Budi) dengan menggandeng mesra betinanya, malah asyik bermain HP. Sepertinya sedang SMS-an.
2. Ibu saya (Purwanti) tak mau kalah. Telpon-telponan dengan rekan kerjanya dari Bandung dan Surabaya. Sepertinya ada barang dagangan datang dua truk kontainer. Dan tentu ibu bingung mau dibongkar dimana. (selo-selone mikir gawean? I loph U, Mom).
3. Bapak saya (Alwan), lebih tenang dari keduanya. Serupa meditasi. BAPAK SAYA TIDUR DI KURSINYA!! :O
Liyar-liyer lan theklak-thekluk!!
ALLAHU AKBAR..

Takjub saya berlipat : mempunyai keluarga seperti mereka.

Menuju takjub berikutnya.. Sang betina langsung diboyong menuju ke kediaman Pak Alwan (bapak saya). Di sanalah kelanjutan ketakjuban saya!! :D

Ah, lain waktu saja ya. Sepertinya anda sudah tidak berselera untuk membaca.
Saya juga.

SEJATINYA DIANITA

Saya ini Dianita Utami. Anak kedua dari pasangan Alwan-Purwanti.
Kata ibu, saya lahir di Kelaten.
Kata ibu lagi, saya lahir saat Oktober ke-25 tahun 1988.
Masih kata ibu, saya dilahirkan dengan berat 4,5 kg, hingga nyawa ibu nyaris tercabut karena ulah saya.
Dan saya percaya saja, saya tidak tau nyatanya.
(apusono yo ra ngerti aku!)

Berkawan dengan bocah laki-laki. Itulah keseharian saya. Dari kanak hingga kini.
Entah.
Sepertinya itu lebih mudah saya lakukan (daripada harus berkawan dengan bocah perempuan).

Analisa saya saja :
1. Bocah laki-laki tidak terlalu banyak basa-basi.
2. Bocah laki-laki jarang menghabiskan waktunya untuk membicarakan sesuatu yang tidak penting. Termasuk membicarakan keburukan orang lain.
3. Bocah laki-laki cenderung tidak berhati ringkih alias tidak sensitiv.
4. Kebanyakan bocah laki-laki tampil apa adanya.
5. (yang paling penting) bocah laki-laki tidak suka berbicara tentang make-up.
Wakakakakk..

Saya sering kehabisan bahan pembicaraan ketika berhadapan dengan perempuan. Sebaliknya, selalu saja ada kontinyu jika berbincang dengan laki-laki.
Tapi juga tidak semua laki-laki. Mungkin hanya laki-laki yang menjunjung tinggi nDableg-isme (istilah saya sendiri,hehe)

Hahaha, sepertinya saya membuka aib sendiri?

Saya masih Dianita Utami.
Juga masih anak kedua dari pasangan Alwan-Purwanti.

Tak tahu kapan tepatnya, SUKRO menggantikan kondangnya Dianita.

Berawal dari kakak saya, Arwan Budiyanto. Sebut saja Budi.
Dia selalu menuding saya : SUKRO, setiap kali melihat tingkah saya yang slebor dan terkesan jauh dari waras. Saya tanyakan, apa arti SUKRO. Dia menggeleng. Berargumen, ada perasaan lega ketika mengucap kata SUKRO. Apa lagi dengan sedikit mendesah, Shyukrohh..

Hehe, saya mulai suka mengucapkan kata ini ketika berada di kos (jl. Kenekan) dan di sekolah (SMF Indonesia). Teman-teman saya penasaran, apa makna SUKRO. Saya bilang, bukan apa-apa.

Parahnya, ada satu teman saya mencoba menerka. Endank namanya.

Di masjid depan kos saya, ada beberapa pemuda yang aktif dalam takmir. Yang paling menjadi idola di kos saya bernama : Arif, Joko dan Susilo. (sudah ganteng, rajin pula ibadahnya! Benar-benar calon suami idola. Tapi kini ketiganya sudah ada yang punya, hahaha)

Kembali ke Endank yang menerka : jangan-jangan SUKRO itu Susilo, Arif, Joko??
Wakakakakakk, anda belum beruntung, Ndank!!

Nama SUKRO semakin melekat ketika PKL tiba, tepatnya pertengahan tahun ketiga saya di SMF.
Kami menginap di Pusat Layanan Kesehatan Masyarakat Godean.
Kami diwajibkan terjun ke masyarakat untuk memberikan penyuluhan kesehatan. Selain itu kami juga ditempatkan di beberapa Puskesmas wilayah Godean.
Nah, saya kebagian di Puskesmas Pembantu yang letaknya cukup jauh dari PLKM dan saya harus bersepeda. Ah nasib saya, padahal teman yang lain cuma dekat-dekat saja.
Beruntung, Kepala PLKM meminjamkan motornya.
Horray!! Batin saya girang.
Tapi kegirangan saya meredup setelah melihat motor yang awalnya saya andalkan. Jetcooled tahun jebot, dengan helm standar putih benar-benar polos (seingat saya, juga tanpa kaca).
Ketika hendak "budal" bersama teman lainnya, sontak mereka teriak : SUKRO!! Dan tak hentinya tertawa.
Coba bayangkan bagaimana wujud saya?

Sampai sekarang SUKRO lebih kondang daripada Dianita.
SUKRO, tidak terlalu buruk bagi saya.
Selama kalian (yang membaca) paham, nama aseli saya : Dianita Utami!

Anak kedua dari pasangan Alwan-Purwanti.
Yang kata ibu, saya lahir di Kelaten.
Yang kata ibu lagi, saya lahir saat Oktober ke-25 tahun 1988.
Yang masih kata ibu, saya dilahirkan dengan berat 4,5 kg, hingga nyawa ibu nyaris tercabut karena ulah saya.
Dan saya tetap percaya saja, saya tidak tau nyatanya.

Cari Blog Ini

About Me

Foto Saya
Sukro!
Ketika dunia di mata guweh berbalik menjadi serba relatif, lihat semuanya (minimal) dari dua sisi. Because every coin has two sides.. :)
Lihat profil lengkapku

Time of Now

Recent Post n Comment

Followers

Homepage Visitor

free counters

My Yahoo!


ShoutMix chat widget